Add Friend
Eksplore BAHASA GAUL view PENTING or back to Front

Tidak ada makan siang yang gratis,

itulah istilah para koruptor yang kita pinjam untuk membandingkan atau menjelaskan mitos aplikasi gratis yang kita gunakan selama ini, baik aplkasi di iOs nya Apple atau di Android.

Semua aplikasi sosmed seperti BBM, FB, LINE, WA, INSTAGRAM, PATH, TWITER ataupun game yang kita gunakan selama ini, pada dasarnya sudah kita bayar melalui pemotongan kuata data yang kita miliki.
Begitu juga dengan video call yang ada pada BBM, LINE, IMO atau aplikasi lain yang memiliki fitur Call free atau Video Call.

Dahulu kala masyarakat pengguna Facebook sempat juga heboh oleh isu Fb berbayar yang hampir2 memunculkan petisi untuk menolak kebijakan berbayar tersebut.
Namun seiring berjalannya waktu, isu ataupun gosip Fb berbayar lambat laun hilang ditelan hiruk pikuk munculnya Blackberry Messenger.

Akhir2 ini muncul lagi isu atau gosip tentang aplikasi Whatsapp berbayar sekitar 0,01 Euro per pesan (message). Dengan pesan berantai serta indikator logo berwarna biru (logo biru itu tidak pernah ada) serta seolah olah, kalo kita membagikan ke 10 pengguna WA, maka otomatis kita akan di gratiskan oleh Whatsapp.

Dengan iming2 gratis setelah kita mengirimkan informasi tersebut ke 10 pengguna WA,...?? Siapa yang paling diuntungkan???. Tentu saja pihak Vendor/pemilik WA itu sendiri, karena kita begitu heboh serta begitu sibuk saling mengirim pesan berantai tersebut.
Kemudian, pihak manalagi yang diuntungkan? tentu saja pihak operator yang pesta pora menjual paket2 internet dengan variasi nilai rupiah serta jumlag gigabyte yang sangat variatif.
Yang terakhir adalah media masa online yang secara gencar memberitakan tentang isu WA gratisan, karena ukuran keberhasilan media massa online adalah banyaknya pengunjung yang meng-akses link atau website mereka.

Nah sekali lagi, .... Tidak ada makan siang yang gratis, semua bayar. Dikatakan gratis karena kita tidak membayar secara langsung ke pemilik aplikasi,
kita tidak transfer uang kepada mereka......
Yang jelas begitu kita cek & ricek ke *123# ternyata kuota kita terus berkurang.

Bandung, 3:37:00 PM
Bang Jasmin

[EDIT]

Aku Anak Medan Yang Merantau dan Menjadi Warga Bandung Paris Van Java. Dulu Thn Delapan puluhan, Sejuk kali rasanya, Dingiiiin, Mandi pun jarang, saking dinginnya.
Sekarang? ... Gerah, panas, banyak kendaraan Lalu lalang, tak Nyaman lagi, Ngga kayak dulu...
Sekarang? ... Jalan berlobang, Lobang berjalan entah siapa yang harus di Salahkan...
Aku bergelut di dunia seluler sejak tahun 1995..
Aku bukanlah siapa2,...hanya saja kebetulan Aku di kasih kepercayaan untuk mengasuh Rubrik Om Bengkel di Tabloid HaPe Bandung. Yaitu rubrik tanya jawab Seputar Handphone sejak awal 2008 sampai februari 2012.
Kemudian karena suatu hal aku mengundurkan diri dari Hape Bandung. Dan sekarang per 20 Maret 2012 Aku berkolaborasi dengan salah satu Media lokal yang sudah puluhan tahun eksis di Bandung yaitu Gadget Pikiran Rakyat setiap hari Kamis halaman 25-26.
Rubrik yang baru ini juga memiliki konsep ataupun style yang sama dengan yang dahulu, membahas masalah Handphone secara Santai.
Kemudian adanya blog ini juga semacam arsip online yang bisa di baca oleh semua manusia, dimana saja kapan saja karena terbuka untuk umum selama 25 jam penuh tanpa henti.
Cerita berlanjut, tepatnya tgl 13 Maret 2014 Rubrik Bengkel Seluler pada Gadget Pikiran Rakyat dihentikan jam tayangnya oleh Redaksi PR. Entah karena alasan teknis ataupun dengan alasan lain. Alasan yang paling tepat adalah "Perubahan Strutural pada HU. Pikiran Rakyat". Beda pimpinan, beda selera serta beda kebijakan, begitulah hukum alam
Seiring berjalannya waktu, Aku dapat penawaran menjadi nara sumber tanya jawab di media online Liputan6[dot]com kanal Tekno. Adapun teknisnya kurang lebih sama dengan media2 lainnya, yaitu pertanyaan melalui email ke Redaksi kemudian Kita jawab pada tampilan berikutnya.

Add Friend